Pesanan rapi, bukan rentetan chat "+1"
Semua pesanan masuk sebagai daftar: nama, jumlah, catatan, titik ambil. Tidak ada lagi order yang tenggelam di grup WA atau revisi "tanpa seledri ya" yang kelewat.
Jual masakan rumahan ke teman sekantor lewat email kantormu. Kuota kamu yang tentukan, uang masuk langsung ke rekeningmu.
Pembelinya tetap teman sekantormu. Yang berubah cuma satu: kamu tidak lagi mengurus pesanan, tagihan, dan stok lewat grup WhatsApp.
Semua pesanan masuk sebagai daftar: nama, jumlah, catatan, titik ambil. Tidak ada lagi order yang tenggelam di grup WA atau revisi "tanpa seledri ya" yang kelewat.
Setiap pesanan punya status bayar sendiri, jadi kamu tidak perlu mencocokkan mutasi Rp 15.000 satu-satu. Yang belum bayar kelihatan sendiri, kamu tidak perlu jadi orang yang menagih di grup.
Tentukan porsi maksimal, lalu pesanan tertutup otomatis di jam yang kamu atur. Pagi hari angkanya sudah pasti, tidak kehabisan saat ramai, tidak bawa pulang sisa saat sepi.
Tidak perlu izin usaha, tidak perlu foto studio. Cukup email kantor dan menu yang kamu andelin.
Login Google pakai email kantormu. Akunmu otomatis masuk ke lapak gedung yang sama.
Upload satu foto, tulis isi porsinya, tentukan harga dan kuota maksimal.
Pilih sampai tiga titik serah terima: lobby, pantry, atau basement dan jam pesanan ditutup.
Pagi hari kamu tahu angka pastinya. Masak, serahkan di titik ambil, terima pembayaran.
Semua sudah ada di dashboard Rekan Masak, tanpa biaya tambahan.
Kamu tetap rekan kerja dulu, penjual kemudian. Katalog, pesanan, dan pembayaran ditangani aplikasi — bukan lewat japri, bukan lewat grup kerja, dan tidak perlu menagih siapa pun.
Pembeli bayar langsung ke rekeningmu — tidak ada saldo yang ditahan. Setiap akhir minggu kamu setor 5% ke Cookingin lewat QRIS di tab Tagihan, sudah dirangkum otomatis jadi kamu tidak perlu menghitung sendiri.
Masuk dengan email kantor, terbitkan satu menu, dan lihat kuotamu terisi sebelum jam sembilan.